Cinta Mati Choirul Huda pada Persela

Dalam artikel seputar berita sepak bola Indonesia online dalam dunia dari kami kali ini di informasikan kepada pembaca setia kami semua bahwa Huda mengawali kariernya pada akademi sepak bola Persela Lamongan dikala usianya masih belia. Baru kemudian pada pada awal musim 1999 dikala usianya 20 tahun, pemain dengan tinggi badan 185 cm itu didapuk menjadi penjaga gawang Persela di tim utama. Laura menyatakan, sang kakak ipar sebenarnya pernah berkali-kali mendapatkan tawaran menggiurkan dari klub lain di Indonesia.

Melainkan, sebab telah terlanjur jatuh cinta, Huda tidak pernah beratensi melepas seragam biru langit yang adalah ciri khas tim Laskar Joko Tingkir. “Dia telah cinta mati sama (Persela) Lamongan, jadi gak ingin pindah. Kan bener-bener dari bawah dia di Lamongan, jadi kayak balas jasa,” ujar Laura. Tempat hanya bagi keluarga, meninggalnya Huda juga menimbulkan rasa kehilangan bagi Persela Lamongan. Serta kami ingatkan pula untuk jangan sampai lupa juga untuk semua sobat football online indonesia agar kalian mengikuti wacana kami lainnya seperti Borneo FC Tidak Akan Iba Hadapi Persela Yang Tengah Berduka, tentunya seputar sepak bola online Indonesia.

Apalagi, yang bersangkutan bukan hanya sebagai kapten, tetapi juga sebagai maskot Laskar Joko Tingkir. “Kami benar-benar kehilangan atas berpulangnya Choirul Huda,” kata Pelatih Persela, Aji Santoso. Ucapan belasungkawa mengalir untuk Huda dari dalam dan luar negeri. Tempat kurang pemain sekelas Paul Pogba turut menyajikan duka cita dan mendoakan yang terbaik untuk keluarga Huda. Meninggalnya penjaga gawang kelahiran Lamongan, 2 Juni 1979 yang terkesan mendadak itu, sontak membuat keluarga yang ditinggalkan terkejut. Malah merasa tidak percaya.

“Rasanya itu seperti dia lagi main tandang di luar kota aja, kan memang telah umum dia begitu,” kata sang adik ipar, Laura agnelia (32) dikala dijumpai Republika.co.id di kediamannya, Jalan Basuki Rahmad Nomor 66, Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan, Lamongan, Senin (16/10). Pemain yang sempat beberapa kali diandalkan mengawal gawang timnas Indonesia itu, mengawali karier sampai menutupnya di tim berjuluk Laskar Joko Tingkir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *