Jadi Presiden Liberia, Weah Bilang dirinya Merasakan Emosional Bangsa

Dalam kesempatan kali ini kami informasikan artikel seputar wacana berita Sepak bola Indonesia online kepada kalian semua pembaca terpercaya kami, bahwa legenda AC Milan George Weah siap menjadi Presiden Liberia. Weah memenangkan pemilihan awam yg digelar negara hal yg demikian. Laporan BBC menuliskan tokoh 51 tahun tersebut mengantongi 61,5 persen suara. Sehingga tinggal menunggu waktu ia akan menjadi orang nomor satu di salah satu negeri di benua Afrika itu. Para pendorong Weah pun telah merayakan kemenangan idolanya.

“Hai warga Liberia. daku merasakan emosional dari seluruh bangsa” tulis Weah dalam Twitter resminya dikutip dari BBC, Jumat (29/12). Weah memahami tugas besar menantinya untuk membawa perubahan bagi negara hal yg demikian. Sosok yg juga pernah berkostum Chelsea FC serta juga Manchester City ini menggantikan Ellen Johnson Sirleaf. Ellen yakni presiden wanita pertama di benua hal yg demikian. Serta tak lupa pula jua untuk kami mengingatkan teman kami semua, sobat football online indonesia dapat mengikuti informasi seputar football online Indonesia terkini kami setiap harinya, seperti Jadi Player Bola Inti Benatia Akan Bayar Kepercayaan Allegri.

Serah terima jabatan akan langsung berlangsung. Mengenai Weah, sosok tersebut mempunyai pengalaman hebat di dunia si kulit bundar sebelum terjun ke politik. dirinya menjuarai liga lokal bersama AC Milan serta juga Paris Saint Germain. Sejumlah gelar individu pernah diraihnya. Pada 1995, ia menjadi player bola terbaik dunia versi FIFA, sekalian peraih Ballon d’OR. Hingga saat ini, Weah satu-satunya orang Afrika yg memenangkan penghargaan prestius ini. “Saya suka sepak bola, karna tidak ada kebenaran hakiki, pertama-tama, ada siklusnya. serta juga aku berharap dominasi Juventus selesai serta juga siklusnya berganti.”

“Sebab sekarang telah tujuh tahun mereka memenangkan gelar Serie A. Kami mengharapkan wajah lain” ujar Desailly diinfokan Four Four Two, Selasa (7/11). Juve sukses membukukan enam scudetto secara beruntun dengan mendominasi lima musim terakhir kompetisi negeri spageti. Adapun reputasi Juventus pada gelaran kali ini terbilang sedikit menurun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *