Komdis PSSI Memberitkan Keuntungan Bagi Bhayangkara

Pada kesempatan ini kami informasikan dalam artikel seputar berita sepak bola Indonesia online untuk semua pembaca setia kami hari ini, dimana keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang menghukum Mitra Kukar keok 0-3 dari Bhayangkara FC karena menurunkan pemain yang dianggap ilegal membuat posisi di klasemen Liga 1 berubah, Rabu (8/11). Poin Bhayangkara FC bertambah dua karena hasil pertandingan hal yang demikian usai dengan skor 1-1. Kesempatan Bhayangkara FC menjadi pemenang pun semakin besar karena masih menyisakan dua pertandingan.

Mitra Kukar memainkan Mohamed Sissoko pada pertandingan yang digelar di Stadion Aji Imbut pada Jumat (3/11) lalu. Sissoko dinyatakan tidak boleh main karena masih wajib menjalani hukuman tambahan menjadi dua pertandingan, bukan satu. “Karena kekeliruan bukan di Mitra Kukar, lho. Karena nota larangan yang diberikan terhadap Kukar itu nggak ada nama Sissoko. Tapi di nota yang diterima Bhayangkara ada nama Sissoko. Kukar tidak salah. Ini Ibarat yang salah guru namun yang dihukum muridnya,” kata CEO Bali United Yabes Tanuri terhadap Republika.co.id, Rabu (8/11). Serta tidak lupa pula jua untuk kami mengingatkan teman kami semua, sobat football online indonesia dapat mengikuti informasi seputar sepak bola online Indonesia terkini kami setiap harinya, seperti  Eks Kapten Arsenal Jangan Halangi Kepergian Sanchez.

Bali United dirugikan dengan penambahan skor terhadap The Guardian. Jadinya Bali wajib rela turun ke peringkat dua karena skor mereka disamai Bhayangkara FC, adalah sama-sama 65. Bali United keok head to head dari klub milik korps Kepolisian RI hal yang demikian karena untuk pertandingan tandang dan kandang, mereka keok dari Bhayangkara FC. Andai nantinya regu asuhan Widodo Cahyono Putro gagal pemenang karena hukuman Mitra Kukar yang menguntungkan Bhayangkara FC, Yabes mengatakan konsisten akan mengklaim timnya menjadi pemenang. Karena secara hasil pertandingan timnya memang berpeluang menjadi pemenang.

Apalagi di pertandingan terakhir nanti, Serdadu Tridatu berpeluang menang melawan Persegres Gresik United karena main di kandang sendiri. “Bagi kami, kami adalah Champion. Tapi kami,” ujar Yabes. Yabes mengkritik mekanisme pemberitahuan data pemain yang kena hukuman tambahan dari PT LIB. Yabes mengatakan bahwa hukuman menurut jumlah kartu kuning dan kartu merah, pihak klub dapat menghitung sendiri. Tapi apabila ada hukuman tambahan yang pemberitahuannya secara tiba-tiba, pihak klub yang dirugikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *